GARUDA KABAR Mengawal Ekonomi, Menginspirasi Negeri
Indeks Komoditas
Beras Premium (kg): Rp 14.500 +0.5%
Cabai Merah (kg): Rp 42.000 -2.1%
Daging Sapi (kg): Rp 130.000 0.0%
Minyak Goreng (L): Rp 18.000 +1.2%
Bawang Merah (kg): Rp 35.000 -1.5%
inovasi daerah

UPTEX Sulap Limbah Tekstil Menjadi Karya Bernilai Guna di SD Negeri 2 Pendopo

Oleh Administrator 15 August 2026
UPTEX Sulap Limbah Tekstil Menjadi Karya Bernilai Guna di SD Negeri 2 Pendopo

UPTEX Sulap Limbah Tekstil Menjadi Karya Bernilai Guna di SD Negeri 2 Pendopo (Foto: Guru membimbing sejumlah siswa mengolah kain bekas dalam kegiatan UPTEX di ruang kelas. Peserta didik memotong, menyusun, dan membentuk material tekstil menjadi produk kerajinan yang memiliki fungsi baru. Kegiatan praktik memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama, melatih ketelitian, dan memahami proses upcycling secara langsung.)

“Kain bekas tidak berhenti sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi karya baru melalui desain, ketelitian, dan kreativitas.”

EMPAT LAWANG — SD Negeri 2 Pendopo menghadirkan UPTEX atau Upcycling Limbah Tekstil sebagai inovasi pembelajaran Seni Budaya. Program yang dikembangkan oleh guru Seni Budaya Feri Padli, S.Sn., itu berangkat dari persoalan limbah kain yang sulit terurai secara alami. Alih-alih dibuang atau dibakar, sisa tekstil dimanfaatkan kembali menjadi bahan pembuatan produk yang memiliki fungsi dan nilai visual. Pendekatan tersebut menempatkan kegiatan seni sebagai bagian dari pendidikan lingkungan yang nyata.

Limbah tekstil dapat berasal dari sisa produksi maupun pakaian yang telah selesai digunakan masyarakat. Apabila tidak dikelola, material tersebut berpotensi menumpuk di tempat pembuangan akhir atau mencemari lingkungan melalui pembakaran. Bahan sintetis dan pewarna kimia pada sebagian tekstil juga membuat pengelolaannya membutuhkan perhatian khusus. UPTEX kemudian dirancang untuk memperkenalkan cara pemanfaatan kembali yang lebih kreatif dan bertanggung jawab.

Upcycling berbeda dari sekadar membuang atau memindahkan sampah ke tempat lain. Material lama dipertahankan dan diberi fungsi baru melalui proses desain, keterampilan, serta penyesuaian bentuk. Siswa belajar melihat kain bekas sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi. Pandangan tersebut diharapkan membentuk kebiasaan berpikir lebih bijak sebelum suatu barang dinyatakan tidak berguna.

TAGS: #inovasi daerah