GARUDA KABAR Mengawal Ekonomi, Menginspirasi Negeri
Indeks Komoditas
Beras Premium (kg): Rp 14.500 +0.5%
Cabai Merah (kg): Rp 42.000 -2.1%
Daging Sapi (kg): Rp 130.000 0.0%
Minyak Goreng (L): Rp 18.000 +1.2%
Bawang Merah (kg): Rp 35.000 -1.5%
inovasi daerah

SIMAS AGRO Perkuat Budidaya Padi Sehat dan Ramah Lingkungan di Kabupaten Lamongan

Oleh Administrator 14 August 2026
SIMAS AGRO Perkuat Budidaya Padi Sehat dan Ramah Lingkungan di Kabupaten Lamongan

SIMAS AGRO Perkuat Budidaya Padi Sehat dan Ramah Lingkungan di Kabupaten Lamongan (Foto: Dokumentasi asli kegiatan SIMAS AGRO (Sistem Manajemen Tanaman Sehat Berbasis Agro Teknologi) di Kabupaten Lamongan. Sumber: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan.)

SIMAS AGRO mampu mengintegrasikan penggunaan pupuk secara tepat, pengelolaan hama terpadu, varietas unggul, jajar legowo, hingga penguatan pascapanen untuk meningkatkan kualitas beras dan pendapatan petani Lamongan.

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus memperkuat pengelolaan budidaya padi melalui inovasi SIMAS AGRO (Sistem Manajemen Tanaman Sehat Berbasis Agro Teknologi). Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia yang berlebihan dalam praktik pertanian. Pendekatan yang diterapkan menggabungkan teknologi pertanian modern dengan kearifan lokal dan kondisi agroekologis masing-masing wilayah. Melalui sistem tersebut, Lamongan berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung padi sekaligus menghasilkan beras yang lebih sehat dan berkualitas. SIMAS AGRO berorientasi pada peningkatan produktivitas tanaman padi, kualitas hasil panen, dan pendapatan petani tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan. Penggunaan pupuk anorganik diarahkan sesuai kebutuhan tanaman dan kandungan hara tanah, sedangkan penggunaan pestisida kimia dikurangi melalui penerapan Pengelolaan Hama Terpadu atau PHT. Petani juga didorong menggunakan benih varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit serta memiliki potensi hasil tinggi. Pola budidaya ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan agroekosistem sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani. Salah satu unsur penting dalam SIMAS AGRO adalah penerapan sistem jarak tanam jajar legowo untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan penggunaan air. Lokasi budidaya dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan air serta kondisi wilayah yang tidak menjadi daerah endemik hama dan penyakit. Pendekatan spesifik lokasi membuat pengelolaan tanaman disesuaikan dengan karakter lahan dan sumber daya yang tersedia. Dengan cara tersebut, teknologi tidak diterapkan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan nyata petani di lapangan. Inovasi ini juga mengatur tahapan pascapanen agar beras yang dihasilkan memiliki mutu yang lebih baik. Proses pengeringan diarahkan mencapai kadar air maksimal 14 persen, kemudian dilanjutkan dengan penggilingan, pemecahan kulit, penyosohan, pemolesan, dan pengemasan. Standar beras sehat yang dituju adalah bebas dari hama, penyakit, bau apek, campuran dedak maupun bekatul, serta tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan konsumen. Penguatan kualitas pascapanen tersebut memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing produk beras Lamongan. SIMAS AGRO mulai dikembangkan pada Oktober 2017 melalui pencanangan lahan percontohan seluas 225 hektare yang tersebar di 15 kecamatan. Desa Besur, Kecamatan Sekaran, ditetapkan sebagai pusat kawasan inti dalam pengembangan sistem manajemen tanaman sehat tersebut. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan dengan pendampingan UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur. Kolaborasi ini memperkuat pendampingan teknis kepada petani agar penerapan budidaya sehat dapat berjalan lebih konsisten. Layanan SIMAS AGRO tidak berhenti pada proses budidaya, tetapi mencakup seluruh rantai produksi padi dari penyiapan lahan hingga pemasaran hasil. Petani memperoleh pendampingan dalam pemilihan benih, pengolahan tanah, pengendalian hama, pengaturan jarak tanam, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan beras. Pendekatan terintegrasi tersebut membantu petani meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha tani secara lebih efektif dan mandiri. Pada saat yang sama, penggunaan sumber daya lokal tetap dipertahankan sebagai bagian dari karakter pertanian berkelanjutan di Lamongan. Melalui SIMAS AGRO, Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya membangun sistem pertanian yang produktif, sehat, dan ramah lingkungan. Pengurangan bahan kimia, penerapan PHT, penggunaan varietas unggul, jajar legowo, serta penguatan pascapanen menjadi satu rangkaian yang saling mendukung. Manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa peningkatan produksi dan kualitas beras, tetapi juga kesehatan tanah, air, ekosistem, serta peningkatan pendapatan petani. SIMAS AGRO menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertanian Lamongan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
TAGS: #inovasi daerah