PETIK, Ajak Siswa SDN Baranggayam Peduli Sampah Plastik Sejak Dini
PETIK, Ajak Siswa SDN Baranggayam Peduli Sampah Plastik Sejak Dini (Foto: Siswa SDN Baranggayam terlibat dalam kegiatan PETIK, program pembiasaan peduli sampah plastik yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Foto ilustrasi: Kumparan.)
Persoalan sampah plastik menjadi tantangan yang tidak hanya dihadapi kota besar, tetapi juga lingkungan sekolah di daerah. Sisa kemasan makanan dan...
Persoalan sampah plastik menjadi tantangan yang tidak hanya dihadapi kota besar, tetapi juga lingkungan sekolah di daerah. Sisa kemasan makanan dan minuman kerap menumpuk dan mencemari halaman sekolah. Menjawab kebutuhan itu, SDN Baranggayam menghadirkan PETIK atau Peduli Sampah Plastik sebagai program pembiasaan lingkungan berbasis kelas.
PETIK mengajak siswa memilah dan
mengelola sampah plastik yang dihasilkan di lingkungan sekolah. Setiap kelas
dilengkapi tempat sampah khusus plastik yang dikelola bersama. Siswa secara
bergiliran bertugas memilah, mencatat volume, dan membersihkan sampah sebelum
diserahkan ke bank sampah sekolah atau mitra pengumpul.
Selain kegiatan pemilahan,
program ini juga menyisipkan edukasi tentang dampak sampah plastik terhadap
lingkungan. Guru menyampaikan materi dengan pendekatan yang mudah dipahami
siswa, seperti melalui cerita, video pendek, dan diskusi kelas. Sekolah juga
mendorong siswa membawa botol minum dan bekal dengan wadah yang dapat digunakan
berulang.
Hasil pengelolaan sampah plastik
dimanfaatkan sebagai bahan kegiatan kreatif, seperti pembuatan kerajinan tangan
atau media pembelajaran. Karya tersebut menjadi pengingat bahwa sampah dapat
memiliki nilai baru jika dikelola dengan baik.
PETIK dilengkapi dengan bank
sampah sekolah yang dikelola bersama guru dan komite. Sampah plastik yang
terkumpul dikonversi menjadi nilai ekonomi sederhana, misalnya untuk membeli
buku bacaan atau perlengkapan kegiatan siswa. Cara tersebut menunjukkan bahwa
pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat langsung bagi siswa.
SDN Baranggayam juga menjalin
kerja sama dengan pemerintah desa dan komunitas peduli lingkungan sekitar.
Sinergi tersebut membuka peluang berbagi pengetahuan, dukungan alat pemilahan,
dan kegiatan bersih desa yang melibatkan siswa. Dengan demikian, kepedulian
lingkungan yang tumbuh di sekolah dapat menyebar ke lingkungan tempat tinggal
siswa.
Dengan menghadirkan PETIK
sebagai bagian dari kegiatan sekolah, SDN Baranggayam menegaskan bahwa
pendidikan lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berlanjut pada
tindakan. Anak-anak yang terbiasa memilah dan mengelola sampah plastik sejak
sekolah dasar diharapkan menjadi warga yang terus peduli terhadap kelestarian
lingkungan ketika mereka dewasa dan berperan lebih luas di masyarakat.
Melalui PETIK, SDN Baranggayam
berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Inovasi ini diharapkan
membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli
terhadap kelestarian lingkungan sekitar.