GARUDA KABAR Mengawal Ekonomi, Menginspirasi Negeri
Indeks Komoditas
Beras Premium (kg): Rp 14.500 +0.5%
Cabai Merah (kg): Rp 42.000 -2.1%
Daging Sapi (kg): Rp 130.000 0.0%
Minyak Goreng (L): Rp 18.000 +1.2%
Bawang Merah (kg): Rp 35.000 -1.5%
ekonomi

PEDURI Ubah Kulit Durian Menjadi Selai, Buka Peluang Ekonomi Warga

Oleh Administrator 14 August 2026
PEDURI Ubah Kulit Durian Menjadi Selai, Buka Peluang Ekonomi Warga

PEDURI Ubah Kulit Durian Menjadi Selai, Buka Peluang Ekonomi Warga (Foto: Dokumentasi Pemkab Empat Lawang)

Pemerintah Kecamatan Talang Padang mendorong pemanfaatan limbah kulit durian menjadi produk bernilai tambah melalui inovasi PEDURI. Gerakan ini diarahkan untuk memperkuat kreativitas masyarakat, kolaborasi desa, dan pengembangan ekonomi lokal.

EMPAT LAWANG — Pemerintah Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang, mengembangkan PEDURI atau Pengolahan Kulit Durian Menjadi Selai Durian. Inovasi ini memanfaatkan limbah kulit durian sebagai produk olahan bernilai tambah sekaligus membuka ruang pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Inovasi tersebut lahir dari pemetaan potensi desa yang menemukan bahwa limbah kulit durian dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi tambahan. Selama ini, bagian kulit lebih banyak menjadi sisa konsumsi, padahal dapat diolah melalui pendampingan dan pengembangan produk yang terarah.

PEDURI kemudian ditempatkan sebagai langkah awal untuk mendorong masyarakat mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Pemerintah kecamatan melibatkan perangkat desa, masyarakat, pendamping, dan pemangku kepentingan lain agar gagasan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga terdokumentasi dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

"Kulit durian yang sebelumnya dianggap limbah diarahkan menjadi produk olahan bernilai tambah melalui kolaborasi dan pendampingan masyarakat".

Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai

PEDURI menekankan pemanfaatan sumber daya yang tersedia dengan biaya relatif rendah. Kulit durian yang sebelumnya dianggap limbah diarahkan menjadi bahan olahan selai durian sehingga memiliki nilai guna dan peluang pasar yang lebih besar.

Kegiatan pengolahan juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Melalui forum desa, pelatihan, dan pendampingan, peserta memperoleh arahan mengenai pengembangan gagasan, pelaksanaan kegiatan, pencatatan hasil, serta penyusunan dokumentasi inovasi.

Pendekatan tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat dalam melihat potensi di sekitar mereka. Produk lokal tidak hanya dipandang sebagai hasil konsumsi, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi rumah tangga dan usaha kelompok.

Pemerintah Kecamatan Talang Padang juga mendorong kolaborasi lintas sektor. Perangkat kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, narasumber pendamping, serta organisasi perangkat daerah terkait diarahkan berbagi peran dalam pembinaan, pemantauan, dan pengembangan inovasi.

Pendampingan dan Dokumentasi Jadi Penguat

PEDURI tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk olahan. Inovasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan perangkat desa dalam merancang, menjalankan, serta melaporkan kegiatan secara sistematis dan terukur.

Setiap tahap kegiatan didokumentasikan menggunakan formulir manual maupun media digital. Pencatatan tersebut diperlukan untuk memantau perkembangan program, mengetahui hambatan di lapangan, dan memastikan bahwa perbaikan dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi.

Media sosial dan grup WhatsApp dimanfaatkan untuk mempercepat penyebaran informasi, berbagi perkembangan kegiatan, serta memudahkan komunikasi antar-pemangku kepentingan. Teknologi tersebut menjadi sarana sederhana untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan inovasi kecamatan.

Dikembangkan Melalui Tahapan Sembilan Minggu

Tahapan penciptaan PEDURI dirancang selama sembilan minggu, mulai dari identifikasi masalah pada Januari 2026 hingga evaluasi pada Maret 2026. Prosesnya mencakup perancangan sistem, sosialisasi, pembentukan tim konsultasi, uji coba, implementasi, serta penyempurnaan.

Pada tahap awal, pemerintah kecamatan melakukan survei desa dan pemetaan kebutuhan. Tim kemudian berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk menyiapkan pendampingan, dokumentasi, dan mekanisme pelaporan yang mendukung pelaksanaan inovasi. Evaluasi dilakukan untuk melihat penerimaan masyarakat, kendala pengolahan, kualitas pendampingan, serta efektivitas dokumentasi. Hasilnya menjadi dasar untuk memperbaiki pelatihan, memperluas jaringan kerja sama, dan menjangkau lebih banyak desa di Kecamatan Talang Padang.

Informasi Sumber & Rilis Berita

Media Asal: Pemerintah Kabupaten Empat Lawang

Atribusi: Pemerintah Kecamatan Talang Padang

Tanggal Rilis: 28/05/2025

TAGS: #PEDURI #Peluang Ekonomi #Kulit Durian #Selai #Potensi Lokal #