PORTAL WIRAKARTA FINANCE Kembali ke Beranda
ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah Terhadap Dolar AS

Oleh Administrator 09 June 2026
Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah Terhadap Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah Terhadap Dolar AS (Foto: sumselupdate.com)

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin melemah. Perhari ini Selasa 9 Juni 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cend...

Jakarta, Sumselupdate.com – Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin melemah. Perhari ini Selasa 9 Juni 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp18.200 hingga Rp18.350 per dolar AS.Dikutif dari market.bisnis.com, berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup turun 0,75% ke level Rp18.170 per dolar AS pada akhir perdagangan, Senin (8/6/2026). Pelemahan rupiah terjadi seiring depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Yuan China melemah 0,27%, dolar Taiwan turun 0,01%, ringgit Malaysia terdepresiasi 1,12%, baht Thailand melemah 0,24%, dolar Hong Kong turun 0,03%, dan yen Jepang terkoreksi 0,04%.Read MoreNyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Nilai Tukar Rupiah Menunjukkan Tren MengkhawatirkanNilai Tukar Dollar Atas Rupiah Mendadak Anjlok di Google, Bank Indonesia Angkat BicaraNilai Mata uang Dollar Terhadap Rupiah Mendadak Anjlok di Google, Warganet Heboh Sebaliknya, beberapa mata uang kawasan masih mampu menguat terhadap dolar AS, antara lain won Korea Selatan yang terapresiasi 1,77%, rupee India naik 0,76%, serta peso Filipina menguat 0,09%. Sementara itu, dolar Singapura bergerak relatif stagnan.Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, penguatan dolar AS, serta eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong investor mencari aset aman. Di sisi domestik, menurutnya, rupiah juga masih dibebani oleh krisis kepercayaan pasar.Selain itu, penurunan cadangan devisa Indonesia kembali menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan mata uang Garuda.“Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa,” ujarnya.Baca juga : Rektor Perbanas Institute Imbau Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Fluktuasi Nilai Tukar RupiahLukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Dikutif dari market.bisnis.com, berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup turun 0,75% ke level Rp18.170 per dolar AS pada akhir perdagangan, Senin (8/6/2026). Pelemahan rupiah terjadi seiring depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Yuan China melemah 0,27%, dolar Taiwan turun 0,01%, ringgit Malaysia terdepresiasi 1,12%, baht Thailand melemah 0,24%, dolar Hong Kong turun 0,03%, dan yen Jepang terkoreksi 0,04%.

Sebaliknya, beberapa mata uang kawasan masih mampu menguat terhadap dolar AS, antara lain won Korea Selatan yang terapresiasi 1,77%, rupee India naik 0,76%, serta peso Filipina menguat 0,09%. Sementara itu, dolar Singapura bergerak relatif stagnan.Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, penguatan dolar AS, serta eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong investor mencari aset aman. Di sisi domestik, menurutnya, rupiah juga masih dibebani oleh krisis kepercayaan pasar.Selain itu, penurunan cadangan devisa Indonesia kembali menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan mata uang Garuda.“Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa,” ujarnya.Baca juga : Rektor Perbanas Institute Imbau Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Fluktuasi Nilai Tukar RupiahLukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, penguatan dolar AS, serta eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong investor mencari aset aman. Di sisi domestik, menurutnya, rupiah juga masih dibebani oleh krisis kepercayaan pasar.Selain itu, penurunan cadangan devisa Indonesia kembali menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan mata uang Garuda.“Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa,” ujarnya.Baca juga : Rektor Perbanas Institute Imbau Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Fluktuasi Nilai Tukar RupiahLukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Selain itu, penurunan cadangan devisa Indonesia kembali menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan mata uang Garuda.“Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa,” ujarnya.Baca juga : Rektor Perbanas Institute Imbau Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Fluktuasi Nilai Tukar RupiahLukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

“Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa,” ujarnya.Baca juga : Rektor Perbanas Institute Imbau Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Fluktuasi Nilai Tukar RupiahLukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Baca juga : Rektor Perbanas Institute Imbau Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Fluktuasi Nilai Tukar RupiahLukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Lukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari dalam negeri, sentimen negatif domestik diperkirakan masih membayangi pasar, sementara dari eksternal investor akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang semakin menjauh dari harapan tercapainya perdamaian.Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Selain itu, aksi jual di pasar saham global yang dipicu koreksi saham-saham teknologi juga berpotensi menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Kendati demikian, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Di tengah tekanan ekonomi global, HKI justru melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi seiring banyaknya perusahaan multinasional yang melakukan peninjauan ulang terhadap rantai pasok global mereka.Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Baca juga : BI Ungkap Selama 2024 Aliran Modal Asing Deras Masuk RI, Tapi Nilai Tukar Rupiah Anjlok!Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Fokus utama, lanjut Ma’ruf, bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, serta percepatan penyediaan energi, peningkatan kualitas infrastruktur,akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan investasi global.“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, dikutip Senin (8/6/2026).Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Sementara itu, HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar.Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Rupiah Ditutup Level Rp18.000 per Dolar AS Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ke level Rp18.000 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,5%. Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS.Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%. Lalu dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand turun 0,12%, dan dolar Taiwan turun 0,03%.Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.165 per dolar AS Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp18.165 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Sementara, indeks dolar melemah 0,09% ke level US$99,98. (**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

RUU Polri Disahkan Jadi UU, Ini Aturan Baru Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Tanam 150 Mangrove Bersama Siswa, PLN Icon Plus Perkuat Edukasi Lingkungan Sejak Dini

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal, Datang Lebih Awal Tak Akan Dilayani

Menag Nasaruddin Umar: Ekosistem Halal Kunci Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Ketua PT Bandung Ingatkan Advokat DePA-RI Junjung Integritas dan Profesionalisme

Majalah Parlementaria Penting Saksi Sejarah dan Jembatan DPR Dengan Publik

Pelayanan di RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kembali disorot. Pasien BPJS Kesehatan mengeluhkan adanya ‘dua wajah’ layanan, di mana kenyamanan hanya bisa dirasakan jika bersedia merogoh kocek tambahan ratusan ribu rupiah.

Informasi Sumber & Rilis Berita

Media Asal: sumselupdate.com

Atribusi: sumselupdate.com

TAGS: #ekonomi