KESET BUKASI, Bangun Karakter Siswa Lewat Kegiatan Pagi di SDN 1 Glagah
KESET BUKASI, Bangun Karakter Siswa Lewat Kegiatan Pagi di SDN 1 Glagah (Foto: Siswa mengikuti kegiatan pagi bersama di lingkungan sekolah. Foto ilustrasi: SD Telkom Padang)
.Waktu sebelum jam pelajaran dimulai kerap menjadi momen yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Padahal, periode singkat tersebut dapat menjadi rua...
.
Waktu sebelum jam pelajaran
dimulai kerap menjadi momen yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Padahal,
periode singkat tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun pembiasaan positif
pada siswa. SDN 1 Glagah menghadirkan KESET BUKASI atau Kegiatan Setengah
Tujuhan Budayakan Karakter Siswa, sebuah program pembiasaan pagi yang
dilaksanakan pukul 06.30.
KESET BUKASI menghadirkan
kegiatan yang berganti-ganti sesuai hari, meliputi apel pagi, senam bersama,
literasi, doa dan hafalan surat pendek, hingga kerja bakti kelas. Jadwal
disusun agar seluruh aspek karakter—religius, disiplin, sehat, dan peduli lingkungan—dapat
tersentuh dalam satu pekan.
Guru bertugas mendampingi
kegiatan sekaligus menjadi teladan bagi siswa. Kehadiran tepat waktu menjadi
salah satu nilai penting yang dibangun melalui program ini. Siswa yang terbiasa
datang lebih awal cenderung lebih siap mengikuti pembelajaran sepanjang hari.
Sekolah juga melibatkan orang
tua dalam mendukung kelancaran KESET BUKASI, terutama dalam mengatur waktu
berangkat sekolah. Komunikasi rutin antara sekolah dan orang tua membantu
program berjalan konsisten sepanjang tahun ajaran.
KESET BUKASI diselaraskan dengan
program pengembangan diri siswa. Guru pembina ekstrakurikuler ikut terlibat
dalam kegiatan pagi tertentu sehingga siswa memperoleh gambaran tentang
berbagai kegiatan yang dapat mereka ikuti di sekolah. Pola tersebut menjadikan
pagi hari sebagai pintu masuk berbagai kegiatan positif.
Sekolah mendokumentasikan
pelaksanaan KESET BUKASI melalui foto dan catatan kegiatan yang dipajang di
ruang guru dan majalah dinding. Dokumentasi tersebut menjadi bahan refleksi
bagi guru sekaligus alat komunikasi kepada orang tua tentang kegiatan yang diikuti
anak setiap pagi.
KESET BUKASI menjadi contoh
sederhana bahwa pembentukan karakter dapat dimulai dari perubahan rutinitas
harian. SDN 1 Glagah berupaya menjaga kegiatan tersebut tetap hidup melalui
evaluasi berkala dan penambahan variasi kegiatan. Pola yang konsisten membangun
sekolah sebagai ruang yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga mendidik
kebiasaan positif yang menjadi bekal siswa sepanjang hidup.
Melalui KESET BUKASI, SDN 1
Glagah berupaya menjadikan waktu pagi sebagai fondasi karakter siswa. Inovasi
ini menjadi bukti bahwa perubahan kecil pada rutinitas harian dapat memberikan
dampak besar terhadap pembentukan kebiasaan positif pada anak.