inovasi daerah
BINA PUSTAKA, Pembinaan Terpadu Dorong Perpustakaan Lamongan Sesuai Standar Nasional
Oleh Administrator
•
14 August 2026
BINA PUSTAKA, Pembinaan Terpadu Dorong Perpustakaan Lamongan Sesuai Standar Nasional (Foto: Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Digital sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga pengelola perpustakaan di Kabupaten Lamongan. Foto: RISDA Kabupaten Lamongan.)
BINA PUSTAKA memperkuat pengelolaan perpustakaan di Kabupaten Lamongan melalui pembinaan, konsultasi, bimbingan teknis, otomasi, dan pendampingan akreditasi sesuai Standar Nasional Perpustakaan. Inovasi ini mendorong perpustakaan menjadi lebih profesional, mudah diakses, dan mampu meningkatkan kunjungan, kegemaran membaca, serta budaya literasi masyarakat.
Penguatan budaya baca tidak cukup hanya dengan menambah koleksi buku, tetapi juga membutuhkan tata kelola perpustakaan yang terarah dan sesuai standar. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menghadirkan BINA PUSTAKA atau Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan sebagai inovasi layanan untuk memperkuat kualitas pengelolaan perpustakaan. Program ini menyasar perpustakaan sekolah, perpustakaan umum desa atau kelurahan, perpustakaan perguruan tinggi, hingga perpustakaan khusus di Kabupaten Lamongan. Melalui pembinaan tersebut, setiap perpustakaan didorong agar mampu berkembang sebagai pusat informasi, pendidikan, penelitian, pelestarian, dan rekreasi bagi masyarakat.
BINA PUSTAKA dirancang untuk membantu pengelola perpustakaan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan atau SNP. Pembinaan mencakup pengembangan koleksi, sarana dan prasarana, layanan, sumber daya manusia, kelembagaan, serta berbagai komponen penguat. Program ini juga mendorong perpustakaan agar tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi mampu menghadirkan layanan yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Dengan pengelolaan yang lebih baik, perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat.
Salah satu bentuk layanan BINA PUSTAKA adalah pembinaan secara onsite melalui visitasi langsung ke lembaga perpustakaan. Tim pembina memberikan penjelasan mengenai standar pengelolaan, sekaligus praktik teknis seperti pengolahan koleksi, penentuan nomor klasifikasi, penentuan tajuk subjek, serta penataan informasi agar koleksi mudah ditemukan kembali. Selain itu, pengelola perpustakaan dapat mengikuti konsultasi atau belajar langsung melalui kegiatan magang di kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan. Pendekatan tersebut membuat pembinaan tidak berhenti pada teori, tetapi langsung menyentuh kebutuhan teknis pengelola perpustakaan.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam BINA PUSTAKA. Pengelola perpustakaan diperkenalkan pada sistem otomasi perpustakaan seperti INLISLite untuk membantu pencatatan koleksi, layanan, dan pengelolaan data secara lebih efisien. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan juga menyediakan konsultasi secara daring melalui Zoom Meeting maupun videocall WhatsApp dengan fitur berbagi layar. Layanan tersebut memungkinkan perpustakaan yang belum terjangkau pembinaan langsung tetap mendapatkan pendampingan dari tim Bina Pustaka.
Program ini turut dilengkapi dengan bimbingan teknis peningkatan kapasitas tenaga perpustakaan. Dalam kegiatan tersebut, pustakawan dan pengelola memperoleh pembelajaran yang lebih rinci mengenai tata kelola perpustakaan sesuai SNP dan mendapatkan sertifikat setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai penting karena kualitas perpustakaan sangat dipengaruhi oleh kompetensi pengelolanya. Dengan kemampuan yang lebih baik, tenaga perpustakaan dapat mengembangkan layanan yang lebih profesional, efektif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
BINA PUSTAKA juga memberikan pendampingan kepada perpustakaan yang akan mengikuti proses akreditasi. Tim pembina membantu menyiapkan sembilan komponen penilaian yang mencakup koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, pengelolaan, serta komponen penguat berupa inovasi dan kreativitas, Tingkat Kegemaran Membaca, dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat. Pendampingan dilakukan secara intensif dengan memantau perkembangan kesiapan perpustakaan sebelum proses akreditasi. Langkah ini diharapkan meningkatkan jumlah perpustakaan di Lamongan yang memenuhi standar nasional.
Dampak yang diharapkan dari BINA PUSTAKA tidak hanya berupa meningkatnya jumlah perpustakaan yang terkelola sesuai standar. Program ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kunjungan perpustakaan, nilai Tingkat Kegemaran Membaca, serta Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat. Pembinaan yang berkelanjutan memberi ruang bagi perpustakaan untuk berkembang menjadi tempat yang lebih nyaman, mudah diakses, dan menarik bagi masyarakat. Dengan ekosistem perpustakaan yang semakin kuat, budaya membaca dapat tumbuh secara lebih merata di berbagai kelompok masyarakat.
Pelaksanaan BINA PUSTAKA menunjukkan bahwa peningkatan literasi membutuhkan kerja berkelanjutan antara pemerintah daerah, pengelola perpustakaan, lembaga pendidikan, desa, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait. Perpustakaan yang dikelola secara optimal dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pembinaan onsite, konsultasi daring, bimbingan teknis, otomasi, dan pendampingan akreditasi, BINA PUSTAKA memberikan pendekatan yang menyeluruh dalam pengembangan perpustakaan. Program ini diharapkan terus memperluas jangkauan pembinaan agar semakin banyak perpustakaan di Kabupaten Lamongan tumbuh sesuai standar dan menjadi ruang literasi yang hidup bagi masyarakat.
TAGS:
#inovasi daerah