PORTAL WIRAKARTA FINANCE Kembali ke Beranda
ekonomi

Andalas Forum VI: BPDP dan ISPO Jadi Kunci Masa Depan Sawit Indonesia di Tengah Tekanan Global

Oleh Administrator 04 May 2026
Andalas Forum VI: BPDP dan ISPO Jadi Kunci Masa Depan Sawit Indonesia di Tengah Tekanan Global

Andalas Forum VI: BPDP dan ISPO Jadi Kunci Masa Depan Sawit Indonesia di Tengah Tekanan Global (Foto: sumselupdate.com)

Andalas Forum VI: BPDP dan ISPO Jadi Kunci Masa Depan Sawit Indonesia di Tengah Tekanan Global

Palembang, Sumselupdate.com – Sejumlah pakar, akademisi, dan pemangku kepentingan menegaskan bahwa penguatan peran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menjadi kunci masa depan industri kelapa sawit Indonesia.Penegasan tersebut mengemuka dalam Andalas Forum VI yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang pada 16–17 April 2026. Forum tahunan yang diinisiasi GAPKI Cabang Sumatera ini menjadi ajang seminar dan expo sawit terbesar di wilayah Sumatera.Read MoreRamah Lingkungan, Bupati Dodi Bakal Pakaikan Bensin Sawit ke Seluruh Mobdin Dalam sesi pertama bertema arah masa depan sawit nasional, Guru Besar IPB, Y. Bayu Krisnamurthi, menegaskan bahwa sawit memiliki peran vital bagi Indonesia.“Indonesia butuh sawit, dan sawit butuh Indonesia. Industri ini menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja dan menjadi penopang devisa,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya kebijakan terintegrasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan energi, pangan, serta keberlanjutan di tengah tekanan global, termasuk isu lingkungan dan persaingan minyak nabati.Dari sisi pembiayaan, perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyebut sektor sawit masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.“Risiko pembiayaan sawit relatif lebih rendah dibanding komoditas lain, namun tantangan tetap ada pada produktivitas dan implementasi pembiayaan hijau,” katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan lembaganya berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program biodiesel hingga peremajaan sawit rakyat.Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Penegasan tersebut mengemuka dalam Andalas Forum VI yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang pada 16–17 April 2026. Forum tahunan yang diinisiasi GAPKI Cabang Sumatera ini menjadi ajang seminar dan expo sawit terbesar di wilayah Sumatera.

Dalam sesi pertama bertema arah masa depan sawit nasional, Guru Besar IPB, Y. Bayu Krisnamurthi, menegaskan bahwa sawit memiliki peran vital bagi Indonesia.“Indonesia butuh sawit, dan sawit butuh Indonesia. Industri ini menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja dan menjadi penopang devisa,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya kebijakan terintegrasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan energi, pangan, serta keberlanjutan di tengah tekanan global, termasuk isu lingkungan dan persaingan minyak nabati.Dari sisi pembiayaan, perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyebut sektor sawit masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.“Risiko pembiayaan sawit relatif lebih rendah dibanding komoditas lain, namun tantangan tetap ada pada produktivitas dan implementasi pembiayaan hijau,” katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan lembaganya berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program biodiesel hingga peremajaan sawit rakyat.Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

“Indonesia butuh sawit, dan sawit butuh Indonesia. Industri ini menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja dan menjadi penopang devisa,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya kebijakan terintegrasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan energi, pangan, serta keberlanjutan di tengah tekanan global, termasuk isu lingkungan dan persaingan minyak nabati.Dari sisi pembiayaan, perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyebut sektor sawit masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.“Risiko pembiayaan sawit relatif lebih rendah dibanding komoditas lain, namun tantangan tetap ada pada produktivitas dan implementasi pembiayaan hijau,” katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan lembaganya berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program biodiesel hingga peremajaan sawit rakyat.Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Ia menekankan pentingnya kebijakan terintegrasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan energi, pangan, serta keberlanjutan di tengah tekanan global, termasuk isu lingkungan dan persaingan minyak nabati.Dari sisi pembiayaan, perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyebut sektor sawit masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.“Risiko pembiayaan sawit relatif lebih rendah dibanding komoditas lain, namun tantangan tetap ada pada produktivitas dan implementasi pembiayaan hijau,” katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan lembaganya berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program biodiesel hingga peremajaan sawit rakyat.Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Dari sisi pembiayaan, perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyebut sektor sawit masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.“Risiko pembiayaan sawit relatif lebih rendah dibanding komoditas lain, namun tantangan tetap ada pada produktivitas dan implementasi pembiayaan hijau,” katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan lembaganya berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program biodiesel hingga peremajaan sawit rakyat.Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

“Risiko pembiayaan sawit relatif lebih rendah dibanding komoditas lain, namun tantangan tetap ada pada produktivitas dan implementasi pembiayaan hijau,” katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan lembaganya berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program biodiesel hingga peremajaan sawit rakyat.Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan lembaganya berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program biodiesel hingga peremajaan sawit rakyat.Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Di sisi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya penegakan hukum.Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, juga menyoroti kesenjangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar.“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

“Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Penguatan sertifikasi ISPO menjadi sorotan utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional dari hulu hingga hilir.Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Dukungan teknologi juga dinilai krusial. Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menyebut penggunaan teknologi seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi.Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kebijakan berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, serta dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Melalui sinergi lintas sektor, industri sawit Indonesia diyakini tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional sekaligus berperan dalam solusi perubahan iklim global.(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

(**) Bantu Kami untuk BerkembangMari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!

Informasi Sumber & Rilis Berita

Media Asal: sumselupdate.com

Atribusi: sumselupdate.com

TAGS: #ekonomi